Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Muslim Melanesia Papua Akan Musnah Dari Tanah Papua

April 03, 2025 | April 03, 2025 WIB Last Updated 2025-04-03T03:28:32Z
Bandung,detiksatu.com || Berbicara SDM (Sumber Daya Manusia) dari perspektif manusianya maupun alamnya memang sangat menarik di bahas. Namun dalam artikel singkat ini saya akan fokus membahas manusia melanesia muslim papua yang lama mendiami titik-titik tertentu di wilaya pedalaman papua.

Negara-negara Eropa maupun Asia, melihat bahwa salah satu pulau Indonesia yang terletak paling timur yakni papua adalah penduduknya mayoritas umat kristiani/ umat di luar islam. Sehingga ketika manusia muslim papua muncul sebagai seorang muslim biasanya mereka kaget semari mengatakan "ternyata papua juga ada muslim ya" ?

Mengapa ada pertanyaan demikian?

Karena kita minoritas, sangat sedikit dan dapat di hitung dengan jari jemari. Dan tentunya kurangnya komunikasi antar internal muslim untuk memberikan sesuatu yang positif, sehingga sulit untuk berkembang dan mengembangkan potensi masing-masing dan sulit juha mendapatkan dukungan dari unsur lain.

Allah Swt. berfirman dalam
Surat Ali ‘Imran Ayat 103
وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk".

Ayat di atas memberikan pelajaran pada kita bahwa umat islam harus bersatu dalam melalukan sesuatu yang bermanfaat pada muslim lain karena sesungguh kebaikan itu akan kembali pada diri kita sendiri.

Allah Swt. Berfirman dalam QS. Ar-Ra'd Ayat 11:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia".

Untuk itu, dalam pertemuan singkat penulis mendapatkan gagasan yang sangat luar biasa dari salah satu tokoh muslim Papua juga beliau sebagai pemerhati kondisi sosial masyarakat Papua dan penulis lebih mengenal beliau sebagai ketua Paguyuban Pasundan Papua *H. M. Irianto Pawika.,AMKL.S.E.* Ia adalah salah satu tokoh muslim berketurunan asli Papua. 

Dipertemuan singkat dalam kunjungan bersama keluarganya di *Yayasan Sinergi Timur Mas* dan *LPQ Rumah Al-Qur'an Asso* di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Dan lembaga tersebut di pimpin oleh salah satu putra dari daerah Wamena Indonesia bagian timur, *H. Hasan Abdul Rahman Asso*. Biasa di panggil Hasan atau Asso.

Dalam silaturahim singkat tersebut, gagasan penting yang disampaikan oleh Ketua paguyuban Pasunda Papua diantaranya sebagai berikut:
1. Orang Papua terkhusus muslim Papua perlu mendapatkan perhatian khusus. Jika tidak maka minoritas muslim Papua berada di ambang kepunahan
2. Pendidikan formal dan non formal kader-kader muslim Papua perlu di tingkatkan melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga non pemerintah. *Seperti: BAZNAS RI, MUI, PHBI, daerah.* Dan sejak awal dari kami masih nol *BAZAMA Pertamina*, memberikan dukungan penuh kepada *Yayasan Sinergi Tumur Mas dan Rumah Al-Qur'an Asso* sebagai binaannya.
3. Melakukan pertukaran santri antar daerah dengan kontrol lembaga/Yayasan yang sudah berlegal dengan pemerintah pusat maupun daerah.
4. Mendorong dan mengembangkan pontensi anak binaan lembaga tampa terkecuali dan teruma anak-anak minoritas muslim Papua. Melalui pendidikan agama maupun umum.
5. Apa yang terjadi selama ini di Papua maupun di tanah rantau di luar dari kemampuan karena kurangnya pemahaman tentang ke islaman dan itu bisa dima' fu.

Mengapa bisa di ma'fu?
Karena kami muslim Papua terlahir atau dilahirkan dari orang tua yang tidak memiliki pemahaman ataupun pengetahuan tentang perkara halal haram, apalagi belajar tentang satu huruf dari Al-Qur'an. Maka dalam hal ini penulis seringkali menyebutnya dengan "islam perjuangan" tanpa ikut campur dari orang tua kami yang memang semenjak awal buta huruf dan bisa membaca dan menulis karena berjuang tanpa guru prifat, ataupun les pelajaran tambahan.

Berbeda dengan anak-anak daerah yang sudah maju, ketika lahir saja di telinga kanan kiri sudah di azanin dan di iqomahin, sehingga ada perisai dalam proses perkembangannya sampai menjadi manusia yang pandai sebelum remaja dan dewasa.

Namun berbeda dengan kami orang Papua perlu mendapatkan perhatian husus di bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Dari semua itu, muslim papua membutuhkan dukungan dan dorongan dari semua pihak semata-mata mengharapkan kasih dan sayang dari Allah Swt.

Dan saya sebagai muslim daerah, itikat baik di atas sangat mendukung dalam doa maupun tenaga untuk memanusiakan minoritas muslim Papua dalam bidang pendidikan maupun sosial, melalui wadah atau *Yayasan Sinergi Timur Mas dan Rumah Al-Qur'an Asso* yang kami kembangkan bersama orang-orang baik, di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Saat ini.

Jika pada umumnya kebanyakan masyarakat Papua berteriak di media masa, waktu orasi dimana-mana berteriak bahwa lama-lama etnis ras melanesia akan hilang di dataran tanah papua, maka saya lebih hawatir muslim melanesia papua lah yang akan hilang di tanah papua.

Sumber: H. Hasan Abdul Rahman Asso*

Trending Now

×
Berita Terbaru Update